Sabtu, 21 Januari 2012


Adalah angka biner 32 bit yang digunakan untuk membedakan network ID dengan host ID, menunjukkan letak suatu host, apakah berada di jaringan lokal atau jaringan luar.

sumber:total.or.id

penggunaan subnet seringkali dilupakan dan tidak di pakai secara penuh di dalam jaringan lokal, padahal di dalam jaringan sangat perlu dilakukan pembatasan jumlah klien baik itu karena alasan bandwith maupun masalah keamanan jaringan....

to the point aja,
sering kita melhat dalam penulisan ip address/ pengalamatan komputer sebagai berikut 192.168.0.1/24 , /26, /28 dst
/24 menunjukkan bahwa koneksi jaringan di bagi menjadi 256 atau 254 client komputer dengan 1 id dan 1 host, subnet mask untuk group ini adalah 255.255.255.0 dan dalam workgroup ini hanya bisa terbentuk satu kelompok saja yaitu mulai xxx.xxx.xxx.0 - xxx.xxx.xxx.256
/26 menunjukkan bahwa koneksi jaringan di bagi menjadi 64 atau 62 client komputer dengan 1 ID dan 1 Host, subnet mask untuk kelompok ini adalah 255.255.255.192 pada jaringan ini bisa terbentuk sampai dengan 4 kelompok

untuk lebih jauh lagi dapat melihat tabel cheat subnet sebagai berikut :

Description: http://1.bp.blogspot.com/_x8K4ez2AMF0/S3wwZrg8wYI/AAAAAAAAAEs/MuwaLgJucSI/s320/subnet+cheat+sheet.bmp
untuk blok-blok elas C dapat di hitung sendiri yah... atau dapat juga melihat pada alamat ini http://www.aelius.com/njh/subnet_sheet.html.
Alasan Pengefisien bandwith: karena jumlah subnet yang sudah di tentukan adalah sesuai dengan yang sudah ada sehingga pembagian badwith lebih mudah
misalnya : pada /28 dengan subnet 255.255.255.240 di peruntukkan untuk 16 host dengan jumlah computer 14 buah, satu sebagai ID dan satu sebagai host. pada koneksi speedy yang katanya speed down sampai 1Mbps tetapi yang notabene di tempat kita maksimal 700Kbps dibagi seluruh kompie yaitu 14, berarti tiap kompie mendapat jatah 50 Kbps anggap saja di bulatkan mendapat 64 Kbps (64*14=856)dan hal ini bisa di lakukan.... dengan 64 Kbps sudah cukup melakukan browsing, download dan lain sebagainya tanpa terganggu dengan yang lainnya.
alasan security: karena jumlah subnet sudah di tentukan sehingga memudahkan administrator jaringan dalam menghandle dan memonitor komputer yang ada di dalam jaringannya dan apabila ada yang mencoba masuk ke dalam jaringan dapat segera di ketahui.

NB:
Oh ya... biasanya pembagian subnet saya gunakan sebagai pembagi jaringan secara logikal, hal ini saya lakukan karena tidak adanya hub lagi yang dapat di gunakan (pengefisienan investasi ... he2) tentu saja untuk pembagian secara fisik tentu saja lebih baik dalam masalah sekurity, tetapi jangan sampai salah kalau di pisah secara fisik tetapi di ujung di sambung menggunakan hub sama juga boong, kecuali di pisah menggunakan router (hal ini biasanya terjadi karena administrator sudah kebingungan menambahkan jaringanx, kemana lagi mau di tambah.. saya melihatnya pada salah satu rumah sakit di kota tmpt saya yg katanya server dan client yg akses internet terpisah, dengan evaluasi saya yg dapat akses server dapat juga mengakses internet dan internet dapat di akses oleh umum : kesimpulannya client dapat melihat server donk...he2, sama juga boong donk misahnya)..

mungkin itu saya yang dapat saya paparkan di sini, mengingat posting ini masih banyak salah, sebagai penulis saya minta saran dan kritikan kalau ada yang salah....CMIIW
Thanks For All.....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar