Jumat, 06 April 2012

PERINTAH DASAR SQL


PERINTAH DASAR SQL
1.               SQL

SQL merupakan singkatan dari Structured Query Language. SQL atau juga sering disebut sebagai query merupakan suatu bahasa (language) yang digunakan untuk mengakses database. SQL dikenalkan pertama kali dalam IBM pada tahun 1970 dan sebuah standar ISO dan ANSII ditetapkan untuk SQL. Standar ini tidak tergantung pada mesin yang digunakan (IBM, Microsoft atau Oracle). Hampir semua software database mengenal atau mengerti SQL. Jadi, perintah SQL pada semua software database hampir sama.
Terdapat 3 (tiga) jenis perintah SQL, yaitu DDL, DML dan DCL.

2.               DDL

DDL atau Data Definition Language merupakan perintah SQL yang berhubungan dengan pendefinisian suatu struktur database, dalam hal ini database dan table. Beberapa perintah dasar yang termasuk DDL ini antara lain :


+ CREATE
- contoh :
create database [if not exists] sekolah;

create table siswa(nis char(10) not null primary key,
nama_siswa char(40), alamat char(50));
Bentuk perintah di atas akan membuat sebuah database baru dengan nama sekolah dan table siswa. Aturan penamaan sebuah database atau table sama seperti aturan penamaan sebuah variabel, dimana secara umum nama database boleh terdiri dari huruf, angka dan under-score (_). Jika database yang akan dibuat sudah ada, maka akan muncul pesan error. Namun jika ingin otomatis menghapus database yang lama jika sudah ada, aktifkan option IF NOT EXISTS.Setiap kita membuat database baru, maka sebenarnya MySQL akan membuat suatu folder (direktori) sesuai dengan nama databasenya yang ditempatkan secara default di \mysql\data. Di dalam folder tersebut nantinya akan terdapat file-file yang berhubungan dengan tabel dalam database.

+ ALTER

- contoh :
alter table siswa add jenkel char (1);

alter table koleksi add author varchar (20);

Bentuk perintah di atas akan mengubah suatu table dengan menambahkan variabel jenkel pada table siswa dan variabel author pada table koleksi.
+ RENAME

rename table siswa to pelajar ;

rename table koleksi to barang ;

Bentuk perintah di atas akan mengubah nama suatu table. Huruf yang berwarna merah menandakan nama table yang baru sedangkan huruf yang bergaris bawah menandakan table yang akan diganti namanya.


+ DROP
- contoh :

drop database [if exists] nama_database;

drop database [if exists] sekolah;

Bentuk perintah di atas akan menghapus kolom dan indeks dengan nama nama_database dan sekolah. Jika databasenya ada maka database dan juga seluruh tabel di dalamnya akan dihapus. Jadi berhati-hatilah dengan perintah ini! Jika nama database yang akan dihapus tidak ditemukan, maka akan ditampilkan pesan error. Aktifkan option IF EXISTS untuk memastikan bahwa suatu database benar-benar ada.

3.                DML

DML atau Data Manipulation Language merupakan perintah SQL yang berhubungan dengan manipulasi atau pengolahan data atau record dalam table. Perintah SQL yang termasuk dalam DML antara lain :


+ SELECT
- contoh:
select * from siswa;

select * from koleksi;


+ INSERT
- contoh:
insert into siswa(nis,nama_siswa,alamat)
 values('091011001','Deby','Jl. Gajah No. 15');

insert into koleksi(id_koleksititleauthorpublisherthn_terbitstok)
        values('103','Sistem Basis Data','Robert','Yudistira','2010','7')

Bentuk perintah di atas akan menambahkan suatu data pada table yang sudah ditentukan. Contohnya seperti diatas. Huruf yang berwarna merah menandakan data yang akan ditambahkan. Huruf yang bergaris bawah menandakan tablenya (siswa, koleksi)dan variable-variabelnya.
+ UPDATE
- contoh:
update siswa set jenkel='L' where nis='091011001';

update koleksi set author='OneWay' where id_koleksi='103';

Bentuk perintah di atas digunakan untuk mengubah suatu data pada table yang sudah ditentukan. Huruf yang berwarna merah menandakan data yang akan ditambahkan. Huruf yang bergaris bawah menandakan tablenya (siswa, koleksi) dan variable-variabelnya (nis, id_koleksi).
+ DELETE

-contoh:

delete from siswa where nis='091011001';

delete from koleksi where id_koleksi='103';

Bentuk perintah di atas digunakan untuk mengubah suatu data pada table yang sudah ditentukan.  Huruf yang berwarna merah menandakan kondisi data yang akan diinginkan. Huruf yang bergaris bawah menandakan nama tablenya

4
.        DCL
DCL atau Data Control Language merupakan perintah SQL yang berhubungan dengan pengaturan hak akses user MySQL, baik terhadap server, database, tabel maupun field. Perintah SQL yang termasuk dalam DCL antara lain :

+ GRANT

Grant digunakan untuk mengatur izin akses pada kolom yang ditentukan saja. Konfigurasi izin akses columns_priv ini lebih sedikit dibandingkan dengan tabel tables_priv. Hak akses yang diizinkan meliputi select, insert, update dan references.

Contoh penggunaan izin akses kolom :

grant update(nama) on nm_db.nm_tbl to nm_user@localhost identified by ‘nm_passwd’;

Dari perintah diatas user tersebut akan bisa melakukan perintah update pada kolom nama saja. Seperti contoh dibawah :

update nm_tbl set nama=’nm_baru’ where id=23;

Selain penggunaan diatas kita bisa juga melakukan penampilan untuk kolom tertentu dan ada juga kolom yang bisa di update juga. Maka kita bisa menggunakan kombinasi seperti ini.

grant select(id,nama,alamat,usia), update(alamat,usia) on nm_db.nm_tbl to nm_user@localhost identified by ‘nm_passwd’;
+ REVOKE

Revoke merupakan kebalikan dari perintah grant yaitu menghapus atau mencabut kembali izin akses user MySQL yang sebelumnya telah diberikan. Tingkat pilihan yang dapat digunakan juga sama dengan perintah grant sehingga semua izin akses dengan grant dapat dicabut kembali.

Selasa, 03 April 2012


FIREWALL
Firewall atau dinding api adalah suatu sistem perangkat lunak yang mengizinkan lalu lintas jaringan yang dianggap aman untuk bisa melaluinya dan mencegah lalu lintas jaringan yang dianggap tidak aman. Umumnya, sebuah tembok-api diterapkan dalam sebuah mesin terdedikasi, yang berjalan pada pintu gerbang (gateway) antara jaringan lokal dengan jaringan Internet.

Secara mendasar, firewall dapat melakukan hal-hal berikut:
  • Mengatur dan mengontrol lalu lintas jaringan
  • Melakukan autentikasi terhadap akses
  • Melindungi sumber daya dalam jaringan privat
  • Mencatat semua kejadian, dan melaporkan kepada administrator.
from : wikipedia
Diposkan oleh supatmiati di 21:49


PERINTAH DASAR SQL(DDL, DML,DCL)

Perintah SQL (DDL, DML, & DCL)


1. Data Definition Language (DDL)
Data Definition Language (DDL) merupakan sub bahasa SQL yang digunakan untuk membangun kerangka database. Ada tiga perintah yang termasuk dalam DDL, yaitu:
CREATE : Perintah ini digunakan untuk membuat, termasuk di antaranya membuat database baru, tabel baru, view baru, dan kolom.
ALTER : Perintah ini digunakan untuk mengubah struktur tabel yang telah dibuat. Pekerjaannya mencakup mengganti nama tabel, menambah kolom, mengubah kolom, menghapus kolom, maupun memberikan atribut pada kolom.
DROP : Perintah ini digunakan untuk menghapus database dan tabel.
2. Data Manipulation Language (DML)
Data Manipulation Language (DML) merupakan sub bahasa SQL yang digunakan untuk memanipulasi data dalam database yang telah terbuat. Perintah yang digunakan, di antaranya:
INSERT : Perintah ini digunakan untuk menyisipkan atau memasukkan data baru ke dalam tabel. Penggunaannya setelah database dan tabel selesai dibuat.
SELECT : Perintah ini digunakan untuk mengambil data atau menampilkan data dari satu tabel atau beberapa tabel dalam relasi. Data yang diambil dapat kita tampilkan dalam layar prompt MySQL secara langsung maupun ditampilkan pada tampilan aplikasi.
UPDATE : Perintah ini digunakan untuk memperbarui data lama menjadi data terkini. Jika Anda memiliki data yang salah atau kurang up to date dengan kondisi sekarang, maka dapat diubah isi datanya menggunakan perintah UPDATE.
DELETE : Perintah ini digunakan untuk menghapus data dari tabel. Biasanya data yang dihapus merupakan data yang sudah tidak diperlukan lagi. Pada saat menghapus data, perintah yang telah dijalankan tidak dapat digagalkan, sehingga data yang telah hilang tidak dapat dikembalikan lagi.
3. Data Control Language (DCL)
Data Control Language (DCL) merupakan sub bahasa SQL yang digunakan untuk melakukan pengontrolan data dan server databasenya. Perintah DCL, di antaranya:
GRAND : Perintah ini digunakan untuk memberikan hak/ijin akses oleh administrator (pemilik utama) server kepada user (pengguna biasa). Hak akses tersebut berupa hak membuat (CREATE), mengambil (SELECT), menghapus (DELETE), mengubah (UPDATE), dan hak khusus berkenaan dengan sistem databasenya.
REVOKE : Perintah ini memiliki kegunaan terbalik dengan GRAND, yaitu untuk menghilangkan atau mencabut hak akses yang telah diberikan kepada user oleh administrator.

pembagian ip andress kelas a,b,c


Pembagian IP address kelas A,B,C
IP Address adalah nomor unik yang ada pada computer yang bisa berguna untuk menghubungkan banyak computer dalam jaringan sehingga juga dapat bertukar data maupun fasilitas yang deimiliki antar Komputer tersebut….
hemmm. Nomor ini bersifat unik karena setiap Komputer memiliki TCP/IP yang berbeda-beda .
IP Address merupakan konsekuensi dari penerapan Internet Protocol untuk mengintegrasikan jaringan komputer Internet di dunia. Seluruh host (komputer) yang terhubung ke Internet dan ingin berkomunikasi memakai TCP/IP harus memiliki IP Address sebagai alat pengenal host pada network. Secara logika, Internet merupakan suatu network besar yang terdiri dari berbagai sub network yang terintegrasi. Oleh karena itu, suatu IP Address harus bersifat unik untuk seluruh dunia. Tidak boleh ada satu IP Address yang sama dipakai oleh dua host yang berbeda. Untuk itu, penggunaan IP Address di seluruh dunia dikoordinasi oleh lembaga sentral Internet yang di kenal denganIANA – salah satunya adalah Network Information Center (NIC) yang menjadi koordinator utama di dunia
IP address dibagi menjadi 3 kelas A, Kelas B, dan Kelas C.
·         Apa bisa dalam pemakai IP address 3 kelas (A, B, dan C) digubungkan?
Jika bisa bagaimana caranya?
Jika tidak mengapa?
Berikut ini cara cara untuk menjawab pertanyaan berikut……Kelas A
IP address kelas A terdiri dari 8 bit untuk network ID dan sisanya 24 bit digunakan untuk host ID, sehingga IP address kelas A digunakan untuk jaringan dengan jumlah host yang sangat besar JJ. Pada bit pertama berikan angka
·         Ø 0 sampai dengan 127. (0-127)
Karakteristik IP Kelas A
Format : 0NNNNNNN.HHHHHHHH.HHHHHHHH.HHHHHHHH
Bit Pertama : 0
NetworkID : 8 bit
HostID : 24 bit
Bit Pertama : 0 -127
Jumlah : 126 (untuk 0 dan 127 dicadangkan)
Range IP : 1.x.x.x – 126.x.x.x
Jumlah IP : 16.777.214
Misalnya IP address 120.31.45.18 maka
Network ID = 120
HostID = 31.45.18
·         Ø Untuk Subnetmask =255.0.0.0
·         ØJadi IP address di atas mempunyai host dengan nomor 31.45.18 pada jaringan 120
Kelas B
IP address kelas B terdiri dari 16 bit untuk network ID dan sisanya 16 bit digunakan untuk host ID, sehingga IP address kelas B digunakan untuk jaringan dengan jumlah host yang tidak terlalu besar. Pada 2 bit pertama berikan angka 10, sehingga bit awal IP tersebut mulai dari (128 – 191).
Karakteristik IP Kelas B
Format : 10NNNNNN..NNNNNNNN.HHHHHHHH.HHHHHHHH
Bit Pertama : 10
NetworkID : 16 bit
HostID : 16 bit
Bit Pertama : 128 -191
Jumlah : 16.384
Range IP : 128.1.x.x – 191.155.x.x
Jumlah IP : 65.532
Misalnya IP address 150.70.45.18 maka
Network ID = 150.70
HostID = 60.56
·         Ø Untuk Subnetmask =255.255.0.0
·         Ø Jadi IP di atas mempunyai host dengan nomor 60.56 pada jaringan 150.70
Kelas C
IP address kelas C terdiri dari 24 bit untuk network ID dan sisanya 8 bit digunakan untuk host ID, sehingga IP address kelas C digunakan untuk jaringan untuk ukuran kecil. Kelas C biasanya digunakan untuk jaringan Local Area Network atau LAN. Biasanya ini terdapat dalam Warnet-Warnet maupun sebuah sekolah. Pada 3 bit pertama berikan angka 110 sehingga bit awal IP tersebut mulai dari (192 – 223).
Karakteristik IP Kelas C
Format : 110NNNNN.NNNNNNNN.NNNNNNNN.HHHHHHHH
Bit Pertama : 110
NetworkID : 24 bit
HostID : 8 bit
Bit Pertama : 192 – 223
Jumlah : 16.384
Range IP : 192.0.0.x.x – 223.255.255.x.x
Jumlah IP : 254 IP
Misalnya IP address 192.168.1.1 maka
Network ID = 192.168.1
HostID = 1
·         Ø Untuk Subnetmask =255.255.255.0
IP address classes
Class
1st Octet Decimal Range
1st Octet High Order Bits
Network/Host ID (N=Network, H=Host)
Default Subnet Mask
Number of Networks
Hosts per Network (Usable Addresses)
A
1 – 126*
0
N.H.H.H
255.0.0.0
126 (27 – 2)
16,777,214 (224 – 2)
B
128 – 191
10
N.N.H.H
255.255.0.0
16,382 (214 – 2)
65,534 (216 – 2)
C
192 – 223
110
N.N.N.H
255.255.255.0
2,097,150 (221– 2)
254 (28 – 2)
D
224 – 239
1110
Reserved for Multicasting
E
240 – 254
1111
Experimental; used for research
Note: Class A addresses 127.0.0.0 to 127.255.255.255 cannot be used and is reserved for loopback and diagnostic functions.
Private IP Addresses
Class
Private Networks
Subnet Mask
Address Range
A
10.0.0.0
255.0.0.0
10.0.0.0 - 10.255.255.255
B
172.16.0.0 - 172.31.0.0
255.240.0.0
172.16.0.0 - 172.31.255.255
C
192.168.0.0
255.255.0.0
192.168.0.0 - 192.168.255.255


 
130.5.5.25
Masing-masing angka desimal merupakan string delapan digit biner. Jadi, alamat IP di atas benar-benar adalah ini string 0s dan 1s:

 
10000010.00000101.00000101.00011001
Seperti yang Anda lihat, kita dimasukkan periode antara setiap urutan delapan digit seperti yang kita lakukan untuk versi desimal dari alamat IP. Jelas, versi desimal alamat IP lebih mudah untuk membaca dan itulah bentuk yang paling umum digunakan.
Beberapa bagian dari alamat IP mewakili nomor jaringan atau alamat dan bagian beberapa mewakili alamat mesin lokal (juga dikenal sebagai nomor host atau alamat). Alamat IP dapat menjadi salah satu dari beberapa kelas, masing-masing menentukan berapa banyak bit mewakili jumlah jaringan dan berapa banyak mewakili nomor host. Kelas yang paling umum digunakan oleh organisasi-organisasi besar (Kelas B) memungkinkan 16 bit untuk nomor jaringan dan 16 untuk nomor host. Menggunakan contoh di atas, inilah cara alamat IP dibagi:



 
<- Alamat Jaringan -> <- Alamat -> 130,5. 5.25
Jika Anda ingin menambahkan subnetting ke alamat ini, maka beberapa bagian (dalam contoh ini, delapan bit) dari alamat host dapat digunakan untuk alamat subnet. Demikian:

 
<- Jaringan alamat -> <- alamat subnet -> <- Alamat -> 130,5. 5. 25
Untuk menyederhanakan penjelasan ini, kami telah membagi subnet menjadi delapan bit rapi tetapi sebuah organisasi dapat memilih beberapa skema lain menggunakan hanya sebagian dari quad ketiga atau bahkan bagian dari quad keempat.
Setelah sebuah paket telah tiba di gerbang sebuah organisasi atau titik koneksi dengan nomor jaringan yang unik, ia dapat dialihkan dalam gateway internal organisasi menggunakan nomor subnet. Router yang tahu bit untuk melihat (dan yang tidak untuk melihat) dengan melihat subnet mask, yang merupakan layar yang memberitahu Anda nomor yang nomor untuk melihat di bawahnya. Dalam topeng biner, "1" atas angka mengatakan "Lihatlah pada nomor di bawah", sebuah "0" mengatakan "Jangan lihat." Menggunakan masker menyimpan router harus menangani seluruh bit address 32; itu hanya dapat melihat bit dipilih oleh topeng.


FIREWALL
Firewall atau dinding api adalah suatu sistem perangkat lunak yang mengizinkan lalu lintas jaringan yang dianggap aman untuk bisa melaluinya dan mencegah lalu lintas jaringan yang dianggap tidak aman. Umumnya, sebuah tembok-api diterapkan dalam sebuah mesin terdedikasi, yang berjalan pada pintu gerbang (gateway) antara jaringan lokal dengan jaringan Internet.

Secara mendasar, firewall dapat melakukan hal-hal berikut:
  • Mengatur dan mengontrol lalu lintas jaringan
  • Melakukan autentikasi terhadap akses
  • Melindungi sumber daya dalam jaringan privat
  • Mencatat semua kejadian, dan melaporkan kepada administrator.
from : wikipedia
Diposkan oleh supatmiati di 21:49